Buka jam 08.00 s/d jam 18.00 , Sabtu- Minggu libur
Beranda » Artikel Terbaru » MENGENAL JENIS-JENIS KAIN

MENGENAL JENIS-JENIS KAIN

Diposting pada 28 July 2017 oleh cs.theoneclothing
Kain

Kain

RAYON
Rayon atau biasa disebut rayon viscose terbuat dari serat semi sintetik berbahan baku terbuat dari alam iaitu kayu yang memiliki kadar selulosa tinggi. Pakaian dengan bahan Kain rayon digunakan sangat nyaman dan selesa dipakai dalam pelbagai keadaan. Kain rayon ini sendiri masih banyak jenisnya dari kain rayon yang bertekstur kasar hingga halus dan lembut.
Dikenal juga sebagai rayon viskoca atau sutra buatan di dalam industri tekstil. Jenis kain ini tampak berkilau dan juga tidak mudah kucut. Secara khusus, kain rayon digunakan untuk industri kain batik di Indonesia.

Jenis kain rayon digunakan sebagai pelengkap busana seperti jaket, jas, daster, syal, dasi, topi, atau kain pelapis sepatu. Selain itu, juga dipakai untuk pelengkap perabot rumah tangga, alat-alat kebutuhan industri serta barang kesehatan pribadi.

Kelebihan kain ini terdapat pada: daya serapnya yang tinggi, tidak mudah kusut, halus, dan tahan lama. Sedangkan kekurangannya adalah tidak elastis dan mudah terbakar.
 WOOL PEACH / WOLFIS
Woolpeach adalah bahan kain yang terbuat dari katun,sutra, dan campuran serat sintetis, bahan ini umumnya ringan namun tidak tembus pandang. Disebeabkan ia dibuat dari campuran serat sintetis, warna printing pada Woolpeach biasanya lebih hidup daripada kain jenis lainnya seperti chiffon, sutera, satin, katun,dan lain-lain.

Kain wool peach sifatnya jatuh, tapi tebal. Ia tidak jarang, tidak seperti kain chiffon yang transparent. Ia tidak panas apabila dipakai, tapi jika dibandingkan dengan dengan kain cotton, kain cotton lebih dingin apabila dipakai. Ia tidak mudah kusut dan senang diseterika. Sifatnya tidak berkilau. Kain wool peach banyak digunakan di negara Arab untuk membuat Jubah.

 COTTON
Kain yang asalnya daripada serat kapas. Kapas membolehkan kulit untuk bernafas dengan baik. Oleh itu ia merupakan jenis fabrik yang amat sesuai untuk dipakai dengan iklim cuaca panas dan lembab seperti di Malaysia ini. Banyak dijadikan bahan untuk membuat blouse, jubah, selimut dan sebagainya. Ia juga senang untuk dicuci.

Antara ciri – ciri lainnya
⦁    nyaman dan mudah menyerap keringat saat digunakan
⦁    kain terasa dingin di kulit dan sedikit kaku
⦁    kain akan rusak apabila direndam lebih dari 2 jam.
⦁    noda dari makanan dan minyak akan mudah hilang dengan menggunakan detergent.
⦁    boleh dicuci atau di dry clean
⦁    tidak mudah kusut saat dicuci
⦁    apabila dibakar baunya seperti kertas terbakar, hasil pembakarannya akan menjadi abu dan jalannya api lambat.

Berikut adalah sebahagian jenis kain cotton yang popular dalam pembuatan pakaian.

i.    Cotton Jepun (Japanese Cotton)

Terbuat dari combed 100% full cotton. Teksturnya halus, daya serap sangat bagus, permukaan lebih halus. Harganya relatif mahal dari katun biasa. Sering dipakai untuk membuat sprei dan cocok untuk blouse wanita.
Kain cotton yang paling eksklusif kerana sifatnya yang halus, ringan dan berkualiti. Sekilas pandang sama seperti cotton biasa, tetapi jika diperhatikan secara teliti ia mempunyai ciri khusus seperti

⦁     dibagian sisi hujung bahan terdapat tulisan “japan design” dan atau terdapat kod warna pada kain tersebut.
⦁    daya menyerap keringat lebih bagus.
⦁    harga lebih mahal daripada kain cotton lain di pasaran.
⦁    permukaan kain lebih halus.
⦁    warna lebih awet dan tahan lama.
⦁    sering digunakan untuk blouse wanita, gaun, jubah, telekung dan sebagainya

ii.      Cotton Paris
Kualitas katun paris sebenarnya hampir sama dengan katun jepang, akan tetapi hanya lebih tipis saja. Daya serapnya bagus sehingga harganya pun relatif mahal. Digunakan untuk pembuatan blouse wanita atau kerudung.

Namun ia paling ringan dan mudah menggerbang apabila ditiup angin.

iii.     Cotton Silk

Dinamakan ‘silk’ karena permukaan kain ini terlihat mengkilap. Namun, kekurangannya terdapat pada daya serap keringat yang rendah, bahkan paling rendah dari jenis katun yang lain. Meski begitu, kilap pada kain ini tidak akan hilang walaupun dicuci.
Harganya relatif lebih mahal tapi biasanya masih lebih murah dari katun jepang. Sekarang jenis kain ramai digunakan untuk pembuatan dress dan rok.

Cotton jenis ini ada 2 jenis iaitu yang nipis dan tebal. Ciri-ciri kain cotton ini adalah :
⦁    permukaan kain lebih mengkilap.
⦁    harga sedikit lebih mahal di atas cotton biasa, namun tidak semahal cotton Jepun
⦁    daya serap keringat paling rendah.
⦁    warna kilapnya tahan lama meskipun sering dicuci.

iv.   Cotton minyak
Kain cotton ini sama seperti cotton lainnya cuma permukaannya terkesan berminyak (kilapnya lain dgn cotton silk).
⦁     harga sama dengan cotton biasa.
⦁    daya serap keringat yang baik
⦁    kilap akan berkurang setelah beberapa kali pencucian.

v.  Cotton biasa

Agak kaku, sedikit tipis, dan tidak melar/stretch. Memiliki daya serap sedang hingga bagus. Harga relatif murah dengan motif biasanya polos, garis, bunga-bunga, bahkan abstrak
⦁    motifnya macam-macam : polos, garis, kotak, bunga atau abstrak.
⦁     harga lebih murah.
⦁    daya serap keringat sederhana bagus.
⦁    warnanya tahan lama meskipun masih dibawah cotton Jepun

  1. Cotton Combed
    Merupakan jenis kain katun yang pada tahapnya finishing-nya dilakukan penyisiran/combed dengan tujuan serat-serat kapas halus pada kain tersebut dapat dipisahkan sehingga kain menjadi lebih halus dan tidak berbulu.
    Kain jenis ini kebanyakan digunakan sebagai bahan untuk pembuatan kaos distro. Ukuran kain ini biasanya terdiri dari 20s, 24s, dan 30s. Angka pada ukuran tersebut menunjukkan ukuran benang yang digunakan dalam pembuatan. Semakin tinggi angkanya menunjukkan semakin tipis benangnya sekaligus menunjukkan kelenturan atau kelemasan kain tersebut.

 

vii. Cotton Carded
Perbedaan kain ini dengan kain katun kombed hanya di satu bagian saja, yakni jenis kain katun karded tidak melalui tahapan penyisiran pada saat finishing-nya. Oleh karena itu, pada kain ini masih terdapat serat-serat kapas yang halus sehingga harganya pun relatif lebih murah dibanding kain katun kombed.

 

SONGKET
Songket menggunakan teknik tenunan, di mana benang emas ditenun antara benang sutera pada kain latar. Fabrik yang mewah dan mahal ini menggambarkan struktur sosial dikalangan bangsawan Melayu.
KAIN SATIN
Ia biasanya licin, mudah dijahit, senang dijaga dan tahan lama. Permukaannya mengkilap, digunakan membuat gaun labuh, jubah, blouse, kemeja, lingerie dan baju pengantin. Permukaan kain ini licin dan mengkilap sama halnya dengan kain katun silk tapi hanya pada satu sisi sedangkan sisi lainnya terlihat lebih suram. Kain satin sekarang mulai digunakan untuk pembuatan kerudung.

 

KAIN CHIFFON
Biasanya diperbuat daripada sutera,kapas dan sintetik fiber. Chiffon sesuai dibuat gaun, riben, pakaian dalam, pakaian tradisional dan moden.  Oleh kerana sifatnya yang tembus cahaya (transperent) biasanya chiffon dilapisi dengan kain pelapik (lining) sama ada dari kain satin atau kain lapisan dalam yang lain.

Bahan kain ini bertekstur sangat lembut serta halus, transparan, ‘jatuh’ saat dipakai dan mengikuti bentuk badan penggunanya. Oleh karena itu, kain ini tidak direkomendasikan untuk mereka yang berbadan gemuk.

Kain Chiffon kadang sangat panas saat digunakan, namun tetap memberikan kesan anggun pada pemakainya. Bahan kain ini biasanya sering dipakai dalam pembuatan dress, selendang, blouse, pelengkap kebaya, serta tudung kepala.

Biasanya penggunaan kain chiffon untuk kerudung dibarengi dengan ciput dari bahan kaos. Kain chiffon ada yang terbuat dari polyester yang sering disebut chiffon polos serta ada yang terbuat dari bahan sutra yang disebut chiffon ceruti.

Teksturnya yang lembut juga didatangi dengan satu warna, gabungan 2 atau lebih warna sama ada terang atau lembut. Antara jenis chiffon di pasaran:

– Chiffon Sutera

Menjadi pilihan untuk tudung dan shawl kerana dilhat dari segi keselesaan kepada pemakainya dan juga berkualiti. Harganya agak mahal dan memerlukan penjagaan yang lebih rapi dan cuciannya memerlukan cucian kering. Hasil buatannya halus dan diminati ramai.

– Chiffon Goldline

Hasil buatanya halus dan teliti. Harganya agak mahal tetapi tetap diminati ramai.

– Chiffon Georgette

Fabrik ini adalah gabungan fabrik chiffon dan georgette.  Menjadi pilihan ramai kerana lebih mudah dari segi penjagaan dan juga dari segi bajet ianya lebih murah berbanding chiffon sutera. Penjagaannya mudah dan boleh dicuci dengan air.

– Double Chiffon

Kain lebih tebal dan kurang tembus cahaya berbanding kain chiffon biasa.

– Chiffon Plain

Menjadi pilihan kepada mereka yang tidak suka corak pada kain.

– Chiffon Bercetak (Printed Chiffon)

Mempunyai  motif bercetak dengan pelbagai jenis corak bunga dan abstrak.

– Chiffon Paisley

Mempunyai motif bercorak paisley.

– Chiffon Tribal

Mempunyai motif bercorak tribal

 

Ada juga chiffon yang lain seperi Viscose Chiffon, Polyester Chiffon, Silk Chiffon, Cerutti Chiffon, Paris Chiffon, Crepe Chiffon dan Blend Chiffon.

VISCOSE
Antara ciri – cirinya:
⦁    Terasa lembut dan dingin di kulit
⦁    Bahannya jatuh, tidak kaku dan warnanya mengkilat
⦁     Menyerap keringat
⦁    Pakaian / bahan akan rosak apabila direndam dengan detergent lebih dari 1 jam
⦁    Boleh dicuci atau di dry clean
⦁    Noda dari makanan atau minyak akan mudah hilang dengan menggunakan detergent

 

POLYESTER
Bahan polyester memiliki daya tahan yang kuat. Kelemahannya adalah kerana sifat bahan terasa panas dibadan.
Antara ciri-ciri lainnya :
⦁ Bahan terasa panas dibadan.
⦁ Tidak menyerap keringat.
⦁ Apabila kulit anda sensitive dan bermasalah, disarankan supaya tidak memakai bahan pure polyester kerana akan merosakkan lagi kulit anda.
⦁ Noda minyak dan noda makanan susah dihilangkan dari pakaian
⦁ Tahan direndam dalam air lebih dari 3 jam

Kain ini memiliki kemiripan dengan kain katun, namun dari segi kualitasnya kain PE berada satu tingkat di bawah kualitas kain katun. Bahan dasar dari kain ini terbuat dari benang polyester.

Bahan ini terbuat dari serat sintetis yang dibuat dari hasil minyak bumi yang kemudian menghasilkan fiberpoly. Oleh karena sifat bahan dasarnya yang tidak alami, maka bahan ini tidak dapat menyerap keringat dan panas saat dipakai.

LINEN
Bahannya yang kaku dan dingin, maka linen sangat sesuai untuk produk – produk pakaian kasual dan dress
Antara ciri-ciri lainnya :
⦁    Bahannya kaku dan dingin.
⦁    Permukaan kain agak kasar
⦁    Menyerap keringat.
⦁     4x lebih lasak dari cotton
⦁    Tahan dijemur (Tahan terhadap panas sampai 450 0 F).
⦁     Kain akan rosak apabila direndam lebih dari 1 jam

SUTERA

Termasuk salah satu kain termewah dan termahal dibanding kain yang lain. Teksturnya yang sangat lembut dan sangat ringan membuat kita harus berhati-hati dalam penjahitan serta perawatannya, seperti saat pencucian dan penyetrikaan. Kain sutra juga merupakan bahan dasar dari songket palembang yang terkenal dengan sejarahnya sebagai pakaian para bangsawan kerajaan Sriwijaya sehingga bernilai jual tinggi dan antik.

Bahannya lembut, sejuk dan berkilau.
Antara ciri-ciri lainnya :
⦁    Sangat lembut dan licin dikulit dan bahannya jatuh (flowing).
⦁    Menyerap keringat
⦁    Perlu dry cleaning supaya kualiti warna dan kainnya bertahan lama.
LYCRA / SPANDEX
Sifatnya elastis(boleh meregang) kuat dan memiliki ketahanan gosokan yang tinggi. Fabrik lycra boleh meregang sehingga 500%. Ia banyak digunakan dalam pembuatan blouse, jubah, baju renang dan lain-lain
Kain spandex dikenal juga dengan nama ‘Lycra’. Kain yang biasanya digunakan untuk bahan pembuatan pakaian dalam ini bertekstur lembut, elastis, kuat, dan licin. Daya elastis kain ini bisa mencapai lima kali lipat dari bahan dasarnya tanpa rusak sedikitpun.

Kain ini juga sering dibuat untuk busana pesta, casual wear, hingga jaket. Bahan ini terbuat dari serta kayu Eucalyptus (sejenis pohon pinus). Bahan spandex terdiri dari yang murni dan campuran dengan rayon.

Ciri-ciri kain ini yakni: terasa lembut dan dingin saat bersentuhan dengan kulit kita; bahannya ‘jatuh’, tidak kaku, dan warnanya mengkilap; menyerap keringat, bisa dicuci dry clean; dan biasanya bahan/pakaian akan rusak jika direndam lebih dari satu jam di dalam detergen.

– Katun Spandex / Spandex Cotton

Merupakan perpaduan dari serat spandex dengan benang katun. Bahan katun spandex ini memiliki keistimewaan lembut, mudah menyerap keringat, tahan lama namun tetap dingin dipakai dan eleastis. Tingkatan elastisitas tergantung dengan kadar spandex, biasanya dipasaran menggunakan spandex 10% dan 20%

– Rayon Spandex

Rayon Spandex merupakan kain yang terbuat dari serat rayon dan spandex. Rayon Spandex juga sering disebut dengan kain linen. Selain memiliki tekstur menyerap keringat dan dingin dikulit, Rayon Spandex ini lebih lembut dibanding Katun Spandex dan dan tidak mudah kusut.

– Spandex Balon / Balloon Spandex

Spandex Balon terbuat dari serat polyester dengan campuran serat spandex. Spandex Balon ini sangat lentur, ringan, mengkilap dan  mudah melepas panas. Kelebihan lain dari kain ini adalah serat tidak mudah rusak dan mudah dalam hal perawatan.

– Kain ITY Spandex / Korean Spandex

Spandex korea disebut juga Kain ITY Spandex, ITY sendiri merupakan singkatan dari Interlocked Twisted Yarn. Karakteristik dari kain Kain ITY Spandex adalah lembut, “jatuh” dengan sangat baik, namun sedikit lebih berat dari spandex rayon.

KAIN BLACU

Kain blacu adalah jenis kain yang dibuat dari kapas sebagai bahan dasarnya. Kain jenis ini sangat fleksibel sehingga mudah untuk dibentuk untuk menjadi berbagai macam kreasi dan cocok ditambahkan hiasan-hiasan tertentu.

Kain ini termasuk jenis yang ramah lingkungan karena bahan dasar pengolahannya alami. Kita dapat dengan mudah menemukan kain blacu ini di mana-mana, sebagai contoh yang dipakai untuk pembungkus tepung terigu.

 

KAIN WOOLS

Kain ini termasuk kain yang cukup berat, kita sering melihat kain ini digunakan sebagai bahan dasar untuk pembuatan pakaian hangat atau sweater. Kain wools mempunyai keunggulan tersendiri yaitu lebih awet dibanding kain jenis lain jika cara perawatannya dilakukan dengan benar.

CREPE
Sejenis kain nipis dan lembut daripada sutera dengan permukaan yang bergerutu, mudah dijaga dan tidak berkedut. Ia dihasilkan melalui teknik alternate S and Z twist di mana benangnya dipintal dengan kesan berkerut.
Fabrik crepe ini bersifat jatuh. Senang untuk dibentuk, fabrik yang selesa dan tidak panas. Sesuai juga dijadikan blouse, jubah, baju melayu lelaki dan lain-lain. Fabrik crepe ini juga terdapat banyak jenis seperti satin crepe, poly crepe.
KAIN FLANNEL

Kain ini merupakan jenis kain yang terbuat dari bahan dasar serat wol tapi tanpa ditenun. Tekstur kain ini agak lebih tebal dari yang lain, namun sangat lembut dan lentur sehingga mudah dibentuk menjadi apa saja. Kain flannel inilah yang sering digunakan dalam pembuatan kerajinan tangan seperti gantungan kunci atau kotak tisu.

 

KAIN DENIM

Tekstur kain ini kasar, sangat tebal dan tidak mudah kusut serta memiliki ciri khas yang unik. Kain denim hampir disukai setiap kalangan karena semakin gelap warnanya akan semakin mudah mencari padanannya bajunya. Denim yang gelap juga terkesan lebih formal dan rapi dibanding yang terang dan ‘belel’.

 

JACQUARD
Merupakan kain yang memiliki pola yang ditenun menjadi kain, bukan dicetak di atasnya. Alat tenun tersebut telah dicipta oleh Joseph Marie Jacquard. Oleh kerana itu fabrik ini dinamakan JACQUARD. Ia memberikan fleksibiliti dalam menentukan corak tenunan di atas kain.
Jacquard ni berkilat dan licin. Ada yang memang suka kain jenis ni sebab shining and colornya terang.  Masalah pada kain ni ialah susah nak iron sikit
KAIN ORGANZA
Secara mudahnya,kain organza ini dibuat dari sutera dan harganya sangatlah mahal kerana tenunannya yang sukar,nipis . Namun kebanyakan organza moden diperbuat daripada bahan sintetik seperti poliester @ nilon bagi memberi peluang kepada yang kurang mampu untuk mencuba kain organza.Biasanya kain organza ini digunakan untuk membuat pakaian pengantin.
KAIN CASHMERE

Tergolong bahan kain yang mewah dengan kualitasnya yang prima. Kebanyakan pakaian dengan bahan kain ini memiliki harga yang mampu menguras isi kantong kita. Cashmere bisa dipadupadankan dengan rok elegan ataupun jeans, tetap mampu membawa kesan mewah dan berkelas. Bahan kain ini semakin sering dicuci akan semakin halus, namun cara pencuciannya tentu berbeda dengan kain jenis lain. Ada sampo khusus untuk pencuciannya.

 

KAIN JERSEY

Bahan kain yang satu ini pasti sangat dikenal oleh para olahragawan, karena kebanyakan kaos-kaos/seragam olahraga menggunakan kain ini dalam pembuatannya. Kain ini melekat pada tubuh dan ‘jatuh’-nya terlihat sangat enak.

Untuk saran, pilihlah jersey olahraga yang ukurannya satu tingkat di atas baju kita yang lain agar tidak menimbulkan kesan melekat ketat, sehingga kurang enak dipandang. Model kaos hitam depan belakang bisa menjadi pilihan tepat untuk dijadikan pakaian olahraga.

KAIN TENUN

Kain tenun merupakan kain yang dihasilkan dari alat tenun tradisional. Beberapa daerah seperti Lombok, Sumatra, dan lain-lain merupakan sentra kain tenun khas di Indonesia. Kain-kain tenun tersebut memiliki ciri khasnya masing-masing. Selain itu, proses pengerjaannya yang relatif lebih lama dari jenis kain lain membuat harga kain bisa sangat tinggi. Oleh karena itu, kain tenun tradisional akhir-akhir ini dilirik untuk memberikan warna baru dalam dunian fashion Indonesia.

 

KAIN BROKAT

Berasal dari kata ‘broccato’ yang berarti kain yang disulam. Kain jenis ini biasa digunakan untuk pakaian formal karena memiliki kesan mewah serta elegan. Banyak juga brokat yang dipadukan dengan sutra ataupun ornamen mewah lain seperti benang berwarna perak atau keemasan. Contoh pakaian dengan bahan dasar brokat adalah kebaya, pakain pesta, bahkan baju pernikahan.

Pencarian dari google:

Bagikan informasi tentang MENGENAL JENIS-JENIS KAIN kepada teman atau kerabat Anda.

MENGENAL JENIS-JENIS KAIN | Khaira Syar'i

Belum ada komentar untuk MENGENAL JENIS-JENIS KAIN

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Sidebar Kiri
Kontak
Cart
Sidebar Kanan